Jaga Kebudayaan Tradisional Bangsa, FKp Unair Ilhami Ilmu Keperawatan dalam UKF Santana

NERS NEWS - Bung Karno pernah berkata, Kemerdekaan barulah Kemerdekaan sejati, jikalau dengan kemerdekaan itu kita menemukan Kepribadian kita sendiri. Kutipan tersebut  secara tidak langsung menjadi pengingat besar bagi kita terlebih seorang pemuda harapan bangsa, sudah seharusnya kita mampu menjaga dan melestarikan kebudayaan yang telah diwariskan. Itulah yang mendorong UKF (Unit Kegiatan Fakultas) Seni  di Fakultas Keperawatan Universitas Airlangga mendirikan sebuah  kegiatan seni tari tradisional bernama SANTANA (Sanggar Tari Ners Airlangga). Tujuan dari didirikannya UKF SANTANA ini tak lain adalah sebagai wadah bagi mahasiswa FKp UNAIR untuk mengembangkan minat dan bakatnya di bidang seni tradisional, selain itu juga untuk melestarikan kebudayaan bangsa. Santana didirikan pada awal mulai tahun 2015 dan sekarang terbagi menjadi 2 peminatan yaitu tari saman dan tari Jejer Jaran Dawuk. Tari saman dibentuk mulai awal berdirinya SANTANA sedangkan  tari Jejer baru dibentuk diawal tahun 2016 lalu. Meskipun tergolong sebagai cabang UKF yang masih muda, SANTANA ini sudah mampu menunujukkan eksistensinya. Terbukti sudah 6 kali SANTANA menampilkan tari saman  dalam beberapa event atau pagelaran.

 

Ditemui dalam latihan rutinan saman pada Senin, 16 Mei 2016 di RK SC Roy Gd. Timur Lt. 3 FKp UNAIR kemarin, anggota saman yang berjumlah 26 tersebut sedang gigih berlatih menghafalkan dan mempraktikkan langsung gerakan yang sedang diajarkan oleh pelatih. Tak hanya tepukan dan gerakan badan mereka juga berlatih vocal nada tinggi untuk menyanyikan beberapa bait lagu saman. Semua itu bergerak secara dinamis dan beriringan.  Tak lebih dari 3 menit, 1 periode gerakan  dicontohkan pelatih, lalu segera disusul anggota untuk menirukan gerakan yang baru dicontohkan. Seorang penari saman dituntut untuk bergerak dan menghafal denga cepat, tak hanya itu mereka juga harus dilatih disiplin, kompak, memperkuat memori dan tahan fisik tentunya, karena semua itu  merupakan satu kesatuan untuk memberikan suatu persembahan penampilan yang mengagumkan, kata Savira selaku pelatih saman yang juga sebagai mahasiswa FKp UNAIR.

 

Berlatih tari tipis tipis dengan kita mencoba mengilhami ilmu keperawatan, disana diperlukan kekompakan dalam bekerja dengan tenaga medis lain, kecepatan menangani masalah, mengingat, kedisiplinan waktu dan tindakan, ketahanan fisik, etika serta masih banyak lagi, Ujar savira kembali dan memang jika kita mau memperhatikan secara detail, semua anggota saman ini dilatih mulai dari ketahanan fisik hingga attitude mereka, bahkan untuk menghindari cidera mereka harus memakai kaos kaki dobel pada tungkai kaki dan menggigit daun sambil tersenyum bagi anak tertentu yang memiliki kebiasan lupa tersenyum. Setiap minggunya anak-anak saman ini berlatih sekitar 3 jam mulai pukul 16.00 WIB hingga 19.00 WIB.  Tiap pertemuan terdiri dari dua sesi yaitu sesi mengulangi hafalan gerakan yang sudah dikuasai dipertemuan sebelumnya dan menghafal gerakan baru dari pelatih. Pasti diperlukan kesabaran dan keinginan yang kuat dalam melakukan latihan ini.

 

Mereka minggu-minggu ini semakin giat berlatih. Terkadang jam latihan diperpanjang, bahkan  rencananya akan menambah porsi latihan untuk memenuhi target di bulan depan karena mendapat tawaran untuk mengisi disejumlah acara seminar. Lusdi salah seorang anggota saman berpendapat  bahwa meskipun latihan ini melelahkan, disana mereka tetap bahagia, mereka banyak tak hanya berlatih menari, namun seperti yang dibicarakan tadi mereka juga banyak belajar hal tentang nilai keperawatan disini, Semua itu mendorong mereka untuk menjadi lebih baik. Harapannya, dengan dikembangkan UKF SANTANA ini, masyarakat civitas akademika FKp UA maupun masayarakat umum akan lebih tau dan mengenal tentang tari saman, ikut bangga dengan kekayaan budaya bangsa Indonesia, serta mempunyai keinginan untuk tetap menjaga kelestaraian budaya lokal, jangan sampai di era yang semakin berkembang ini, kita justru semakin lupa dengan identitas bangsa kita sendiri, dan itulah yang menjadi PR kita sebagai seorang mahasiswa, tutur Ika selaku Penanggung Jawab UKF seni BEM FKp Unair. Sementara itu Savira juga  menambahkan semoga Saman FKp terus maju dan berkembang, tidak hanya membawa nama Fakultas tapi juga Universitas dan Indonesia bahkan di tingkat Internasional.


Penulis: Sucowati Dwi Jatis
    
        

Pin It
Hits 361

Terpopuler